Tak Diurus Pemerintah, Taman Teluknaga Dirawat Pemilik Warung Kopi dengan Uang Pribadi

Kabupaten Tangerang – Kondisi memprihatinkan Taman Teluknaga di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan warga. Taman yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang tersebut kini terlihat terbengkalai, dengan banyak fasilitas rusak dan lampu penerangan yang mati. Ironisnya, di tengah minimnya perhatian pemerintah, seorang pemilik warung kopi bernama Biran justru turun tangan merawat taman menggunakan uang pribadinya.

Taman Teluknaga selama ini dikenal sebagai salah satu ruang terbuka dan objek wisata favorit masyarakat Teluk Naga. Setiap sore hingga malam hari, taman ini biasanya dipadati warga yang ingin bersantai bersama keluarga, berolahraga, maupun sekadar menikmati suasana pesisir. Namun dalam beberapa tahun terakhir, kondisi taman kian memprihatinkan.

Read More

Sejumlah lampu penerangan di area taman dilaporkan mati dan tidak kunjung diperbaiki. Hal ini membuat suasana taman menjadi gelap saat malam hari dan memicu kekhawatiran warga terhadap potensi tindak kejahatan. Selain itu, beberapa fasilitas seperti bangku taman, tempat sampah, dan jalur pedestrian terlihat rusak dan kurang terawat.

“Kalau malam gelap sekali, banyak lampu yang mati. Jadi warga takut berlama-lama di sini,” ujar salah satu pengunjung yang enggan disebutkan namanya.

Di tengah kondisi tersebut, sosok Biran, pemilik warung kopi yang berada tak jauh dari area taman, menjadi perhatian warga. Tanpa menunggu instruksi atau bantuan dari pihak mana pun, Biran berinisiatif membersihkan area taman, memperbaiki fasilitas sederhana, hingga mengganti beberapa lampu menggunakan dana pribadinya.

Menurut Biran, tindakannya semata-mata karena kepeduliannya terhadap lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Ia mengaku prihatin melihat taman yang dulu ramai dan menjadi kebanggaan warga kini tampak tidak terurus.

“Saya hanya ingin taman ini tetap nyaman buat warga. Banyak anak-anak main di sini, orang tua juga sering duduk santai. Kalau dibiarkan rusak terus, sayang sekali,” ujar Biran.

Ia mengaku telah beberapa kali mengeluarkan uang pribadi untuk membeli lampu dan perlengkapan kebersihan. Selain itu, ia juga rutin menyapu dan memungut sampah di sekitar taman setiap pagi sebelum membuka warungnya.

Langkah Biran mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka menilai kepedulian tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sebagai pengelola resmi taman. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, terutama terkait penerangan dan keamanan.

“Seharusnya pemerintah yang lebih bertanggung jawab. Ini kan taman milik pemerintah dan jadi tempat wisata masyarakat,” kata seorang tokoh pemuda setempat.

Selain masalah penerangan, warga juga menyoroti minimnya pengawasan dan perawatan rutin. Kondisi taman yang gelap pada malam hari dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan kejahatan, mulai dari aksi pencurian hingga tindakan yang meresahkan pengunjung.

Sebagai salah satu ikon ruang publik di Teluk Naga, Taman Teluknaga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata lokal yang lebih tertata dan aman. Lokasinya yang berada di Desa Tanjung Burung membuat taman ini kerap menjadi titik kumpul warga, terutama saat akhir pekan dan hari libur.

Warga berharap adanya evaluasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap pengelolaan taman-taman publik, khususnya di wilayah Teluk Naga. Mereka juga meminta agar perbaikan fasilitas dan penerangan segera dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Kisah Biran menjadi cerminan bahwa kepedulian terhadap ruang publik tidak selalu harus menunggu kebijakan resmi. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab utama pengelolaan fasilitas umum tetap berada di tangan pemerintah.

Kini, masyarakat Teluk Naga menantikan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi dan keindahan Taman Teluknaga sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh warga.[pamungkas]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *