Jakarta, 30 Maret 2026 – Aktivitas mobil antar jemput karyawan yang berhenti di area gerbang tol hingga menutup sebagian akses jalan dikeluhkan sejumlah sopir truk pada Senin pagi (30/3). Kejadian tersebut disebut berlangsung hampir setiap pagi dan dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas kendaraan besar.
Peristiwa ini terjadi di ruas tol yang dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, yang juga menjadi salah satu jalur alternatif dalam pengoperasian Ramp 1 dan Ramp 2 Papanggo sebagai bagian dari ruas Tol Cawang – Tanjung Priok – Ancol Timur – Jembatan Tiga/Pluit.
Salah satu sopir truk, Ridwan yang dikenal dengan panggilan Kribo dan memiliki akun TikTok bernama “Calon Ceo”, mengaku sering mengalami kendala saat melintas karena jalur yang seharusnya dilalui kendaraan dengan lebih dari satu sumbu tertutup oleh mobil antar jemput yang sedang menjemput karyawan.
Ridwan menjelaskan bahwa sopir truk tidak memiliki pilihan jalur lain karena jalur di sebelahnya merupakan jalur khusus kendaraan Golongan I.
“Kalau kami lewat sebelah tidak bisa karena itu jalur khusus Golongan I. Kendaraan dengan sumbu lebih dari satu harus lewat jalur yang justru ditutup oleh mobil antar jemput,” ujar Ridwan saat memberikan klarifikasi melalui sambungan telepon.
Ia juga menyesalkan proses penjemputan yang dilakukan tepat di area gerbang tol. Menurutnya, aktivitas tersebut seharusnya dilakukan di bahu jalan atau di sisi kiri agar tidak menghambat arus kendaraan lain yang sedang menggunakan layanan jalan tol.
Para sopir berharap pihak manajemen dapat meninjau kembali prosedur operasional standar (SOP) terkait aktivitas antar jemput karyawan di kawasan tersebut, terutama saat terjadi pergantian shift.
Mereka mengusulkan agar penjemputan dilakukan di sisi kiri jalan atau di area yang tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan, sehingga pelayanan bagi pengguna jalan tol tetap berjalan lancar.
“Harapannya manajemen bisa lebih bijak menentukan SOP antar jemput karyawan agar tidak mengganggu pelayanan pengguna jalan tol,” kata Ridwan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk terkait keluhan para sopir tersebut.





