Banjir Besar Landa Perumahan Metro Cilegon, 2.000 Warga Terdampak di Tengah Bulan Puasa

Cilegon – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cilegon sejak malam hari berubah menjadi bencana bagi ribuan warga Perumahan Metro Cilegon. Air bah yang datang secara perlahan namun pasti mulai merendam kawasan tersebut sejak pukul 22.00 WIB, hingga akhirnya mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter dan menenggelamkan hampir seluruh cluster di perumahan itu.

Dalam hitungan jam, situasi berubah menjadi mencekam. Air yang terus naik memaksa warga keluar dari rumah mereka di tengah malam, menyelamatkan barang-barang seadanya sambil berharap bantuan segera datang.

Read More

Menurut keterangan Ketua RW setempat, Bapak Warto, banjir kali ini merupakan yang paling besar sejak perumahan tersebut berdiri.

Banjir hari ini yang paling besar dibandingkan banjir-banjir sebelumnya di Metro Cilegon. Air naiknya sangat cepat, warga bahkan tidak sempat menyelamatkan banyak barang,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Banjir diperparah oleh tanggul kali di kawasan Metro Florida yang jebol, sehingga debit air dengan cepat meluap ke pemukiman warga. Dalam waktu singkat, air mengalir deras ke jalan-jalan perumahan, halaman rumah, hingga masuk ke dalam rumah warga.

Situasi darurat membuat Relawan BAZNAS Kota Cilegon segera bergerak. Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, tim relawan mulai melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir. Menggunakan perahu karet dan peralatan seadanya, para relawan menembus arus air yang cukup deras untuk mengevakuasi warga, terutama anak-anak, lansia, dan perempuan.

Suasana malam itu dipenuhi kepanikan sekaligus harapan. Warga yang dievakuasi terlihat menggigil dan kelelahan setelah berjam-jam bertahan di dalam rumah yang tergenang air.

Salah satu relawan, Pamungkas, menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena air terus bertambah tinggi pada dini hari.

Kami mulai evakuasi sekitar jam satu malam karena debit air semakin tinggi. Banyak warga yang terjebak di dalam rumah, jadi kami harus mengevakuasi satu per satu,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 2.000 warga terdampak dalam bencana banjir tersebut. Kawasan Cluster Florida menjadi wilayah yang paling parah terdampak karena lokasinya paling dekat dengan tanggul yang jebol.

Air baru mulai surut secara perlahan menjelang siang hari, dan pada sekitar pukul 13.00 WIB, genangan mulai berkurang meskipun masih meninggalkan lumpur dan kerusakan di banyak rumah warga.

Meski diterpa musibah, semangat kebersamaan terlihat kuat di antara warga. Bersama para relawan BAZNAS Tanggap Bencana, masyarakat saling membantu membersihkan rumah, mengevakuasi barang-barang yang tersisa, hingga menyiapkan kebutuhan darurat bagi warga yang mengungsi.

Bencana ini terasa semakin berat karena terjadi di pertengahan bulan puasa, saat sebagian besar warga tengah mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah Ramadan. Namun di tengah ujian tersebut, solidaritas dan kepedulian menjadi pemandangan yang menghangatkan.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat, terutama memperbaiki tanggul yang jebol serta mencari solusi agar banjir besar seperti ini tidak kembali terulang di masa mendatang.

Sementara itu, relawan dan warga masih terus berjaga, memastikan semua korban banjir dapat dievakuasi dan tempat yang aman setelah malam panjang yang penuh ketegangan.[Ardi]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *