Kerajaan Salakanagara, Leluhur Suku Sunda yang Terlupakan

Pandeglang, Banten – Kerajaan Salakanagara, sebuah kerajaan Hindu-Buddha tertua di Nusantara, diperkirakan berdiri pada abad ke-2 Masehi (sekitar tahun 130-363 M) di Jawa Barat. Kerajaan ini sering dikaitkan sebagai leluhur suku Sunda dan memiliki sejarah yang kaya dan panjang.

Didirikan oleh Dewawarman I, seorang duta dari India yang berkuasa setelah menikahi putri setempat, Aki Tirem, Salakanagara memiliki ibu kota di Rajatapura (Kota Perak) yang terletak di Teluk Lada, Pandeglang, Banten. Kerajaan ini mendahului Kutai dan Tarumanagara, dan dianggap sebagai salah satu kerajaan tertua di Nusantara.

Mencapai puncak kemakmuran di bawah pemerintahan Raja Dewawarman VIII (348-364 M), Salakanagara memiliki struktur masyarakat yang sudah maju, berbasis pada pertanian dan perdagangan. Namun, kerajaan ini runtuh setelah pengaruhnya melemah dan muncul Kerajaan Tarumanagara yang didirikan oleh menantu dari raja terakhir Salakanagara.

Eksistensi kerajaan ini utamanya berdasarkan catatan perjalanan (catatan Tiongkok) dan Naskah Wangsakerta, serta dikaitkan dengan Argyre (perak) dalam catatan Ptolemaeus tahun 150 M. Meskipun demikian, Salakanagara dianggap sebagai cikal bakal peradaban di wilayah Tanah Sunda dan memiliki nilai sejarah yang tinggi.

*Kaitan dengan Suku Sunda*

Kerajaan Salakanagara memiliki kaitan yang erat dengan suku Sunda, yang merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia. Suku Sunda memiliki budaya dan tradisi yang kaya, dan Salakanagara dianggap sebagai salah satu akar budaya mereka.

*Lokasi Rajatapura*

Desa Batutulis, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, diyakini sebagai lokasi Rajatapura, ibu kota Kerajaan Salakanagara. Meskipun demikian, lokasi pasti dari Rajatapura masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan dan peneliti.

*Warisan Sejarah*

Kerajaan Salakanagara memiliki warisan sejarah yang kaya dan panjang, dan perlu dilestarikan dan dihormati sebagai warisan budaya bangsa. Pemerintah daerah telah melakukan upaya untuk melestarikan dan mengembangkan situs sejarah ini, termasuk pembangunan museum dan pusat informasi.

Dengan demikian, Kerajaan Salakanagara menjadi salah satu contoh sejarah yang kaya dan panjang di Nusantara, dan perlu dilestarikan dan dihormati sebagai warisan budaya bangsa. [Ipunk]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *