Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan sebanyak 62 paket pekerjaan pembangunan dan peningkatan ruas jalan provinsi pada tahun 2026. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai lebih awal, yakni pada Maret 2026.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan percepatan tersebut dilakukan sesuai arahan Gubernur Lampung agar pembangunan infrastruktur dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Biasanya setelah proses lelang rampung, kegiatan fisik di lapangan baru berjalan sekitar April atau Mei. Namun tahun ini Bapak Gubernur menegaskan agar pembangunan bisa dimulai Maret,” ujar Taufiqullah, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, percepatan ini didorong oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang layak dan aman. Sejak Januari 2026, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) BMBK di berbagai wilayah juga telah melakukan penambalan sementara pada sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai mitigasi dampak curah hujan tinggi yang menyebabkan munculnya lubang di sejumlah titik jalan provinsi.
“Perintahnya jelas, jangan tunggu lama. Masyarakat sudah menunggu jalan yang benar-benar mantap. Kita pun sudah bekerja sejak Januari,” katanya.
Pada 2025 lalu, Pemprov Lampung mengerjakan 52 paket pekerjaan jalan. Hasilnya, tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai sekitar 79,79 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di bawah 78 persen.
Tahun 2026, jumlah paket pekerjaan meningkat menjadi 62 paket. Selain perbaikan rutin, proyek juga mencakup peningkatan struktur jalan strategis serta pembangunan jembatan penghubung antarwilayah.
“Kita ingin percepatan bukan hanya secara waktu, tetapi juga kualitas. Ketika jalan mantap, ekonomi ikut bergerak,” ujar Taufiqullah.
Dengan dimulainya pekerjaan fisik lebih awal pada 2026, pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan infrastruktur jalan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Provinsi Lampung.[pam]





