Cilegon, Banten – Makam Balung, sebuah kompleks pemakaman yang terletak di Lingkungan Tegal Cabe, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, merupakan bagian penting dari identitas lokal yang berkaitan erat dengan sejarah industri dan pengorbanan masyarakat setempat.
Nama “Balung” (bahasa Jawa/Sunda untuk tulang) merujuk pada peristiwa pemindahan makam besar-besaran di masa lalu. Pemakaman ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi kerangka-kerangka (tulang-belulang) jasad yang dipindahkan dari lokasi asalnya.
Keberadaan Makam Balung berkaitan dengan proyek ambisius pembangunan pabrik baja PT Krakatau Steel pada era 1960-an hingga 1970-an. Untuk membangun kawasan industri tersebut, lahan pemukiman dan pemakaman warga di beberapa desa (seperti Desa Warnasari dan sekitarnya) harus digusur, sehingga jasad-jasad leluhur warga dipindahkan ke lokasi yang sekarang dikenal sebagai Makam Balung.
Makam ini sempat viral karena adanya laporan mengenai penemuan ratusan jasad yang tetap utuh meski telah dikubur selama puluhan tahun saat dilakukan proses pemindahan atau penggalian di area sekitar.
Saat ini, pengelolaan lahan Makam Balung sering menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah setempat. Upaya pelestarian nilai sejarah dan tata kelola wakaf dilakukan melalui Yayasan Makam Balung untuk menjaga hak-hak warga atas tanah pemakaman tersebut.
Makam Balung merupakan simbol pengorbanan masyarakat Cilegon dalam mendukung pembangunan industri di daerah mereka. Semoga sejarah dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terus dilestarikan untuk generasi mendatang. [ Ipunk ]





