Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Meningkat, Kepadatan Terjadi di Sejumlah Ruas Tol

JAKARTA — Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan pada Senin, 23 Maret 2026. Sejumlah ruas jalan tol di wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah terpantau mengalami peningkatan arus kendaraan pemudik yang kembali menuju kota asal setelah merayakan Hari Raya Idulfitri di kampung halaman.

Tanggal 23 Maret 2026 sendiri merupakan hari terakhir cuti bersama Lebaran. Kondisi ini membuat banyak pemudik memilih memulai perjalanan pulang pada hari tersebut agar dapat kembali bekerja pada pekan berikutnya.

Read More

Pantauan di sejumlah jalur utama arus balik menunjukkan peningkatan kendaraan pribadi maupun bus antar kota yang bergerak menuju arah Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Kepadatan terutama terlihat di ruas tol utama seperti Jalan Tol Jakarta–Cikampek dan jalur Tol Trans-Jawa yang menjadi jalur favorit para pemudik.

Puncak Arus Balik Diprediksi Dua Gelombang

Pemerintah memprediksi puncak arus balik Lebaran tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang utama. Skema tersebut diperkirakan dapat mengurangi penumpukan kendaraan yang biasanya terjadi di akhir masa libur Lebaran.

Gelombang pertama diprediksi berlangsung mulai Senin, 23 Maret 2026 hingga mencapai puncaknya pada Selasa, 24 Maret 2026. Pada periode ini, jutaan pemudik diperkirakan mulai kembali ke kota asal karena masa cuti bersama segera berakhir.

Sementara itu, gelombang kedua diprediksi terjadi pada akhir pekan berikutnya, yakni Sabtu dan Minggu, 28 hingga 29 Maret 2026. Gelombang kedua ini biasanya diisi oleh pemudik yang memperpanjang waktu libur atau memanfaatkan kebijakan kerja fleksibel dari perusahaan.

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Korlantas Polri menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di jalur-jalur utama arus balik.

Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah sistem one way nasional yang dijadwalkan mulai berlaku pada 24 Maret 2026 di sejumlah ruas tol utama Trans Jawa. Sistem ini memungkinkan seluruh jalur digunakan satu arah menuju Jakarta untuk mempercepat pergerakan kendaraan pemudik.

Selain itu, petugas juga mulai menerapkan skema contra flow dan ganjil-genap di beberapa titik rawan kepadatan, khususnya di ruas Tol Jakarta–Cikampek serta jalur-jalur strategis lain di Tol Trans Jawa.

Sementara itu, kebijakan ganjil genap kendaraan di wilayah Jakarta masih ditiadakan hingga Rabu, 25 Maret 2026 untuk memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang masih melakukan perjalanan arus balik.

Imbauan Pemerintah kepada Pemudik

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar dapat mengatur waktu perjalanan dengan baik untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Pemudik disarankan tidak menunggu hingga puncak arus balik dan dapat memanfaatkan kebijakan kerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) yang dijadwalkan pada 25 hingga 27 Maret 2026.

Selain itu, operator jalan tol Jasa Marga juga memberikan diskon tarif tol sebesar 30 persen pada waktu-waktu tertentu guna mendorong pemudik melakukan perjalanan di luar tanggal puncak arus balik.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta mewaspadai kondisi cuaca selama perjalanan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia selama periode arus balik Lebaran.

Petugas mengingatkan pengendara untuk selalu menjaga kondisi kendaraan, mematuhi aturan lalu lintas, serta beristirahat di rest area apabila mengalami kelelahan.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi para pemudik yang kembali ke kota masing-masing.[pamungkas]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *