Serang – Badan Kenadziran Kesulthanan Maulana Hasanuddin Banten (BKKMHB) menggelar peringatan haul ke-470 Sultan Maulana Hasanuddin pada Rabu, 18 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung khidmat di Pendopo Masjid Agung Banten mulai pukul 16.00 WIB dan dihadiri para pengurus BKKMHB, tokoh agama, serta masyarakat sekitar.[18/03/2026]
Peringatan haul ini menjadi momentum penting untuk mengenang wafatnya pendiri Kesultanan Banten tersebut, yang tercatat meninggal dunia pada Senin, 29 Ramadhan 977 Hijriah atau 17 Maret 1570 Masehi. Sosoknya dikenal sebagai ulama sekaligus pemimpin yang berperan besar dalam penyebaran Islam dan pembentukan peradaban di wilayah Banten pada abad ke-16.
Ketua Umum BKKMHB, H. Tb. Ulumuddin Ma’mun, memimpin langsung rangkaian kegiatan yang diawali dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim. Tradisi santunan ini menjadi bagian penting dari setiap peringatan haul Kesultanan Banten, sekaligus wujud kepedulian sosial yang diwariskan dari nilai-nilai kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin.
Menurut Ulumuddin, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni mengenang sejarah, tetapi juga menjadi sarana meneladani nilai kepemimpinan, keagamaan, dan kepedulian sosial yang diwariskan oleh Sultan Maulana Hasanuddin kepada masyarakat Banten.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meneladani nilai-nilai kepemimpinan dan kepedulian sosial Sultan Maulana Hasanuddin, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan. Semangat berbagi dan kebersamaan inilah yang ingin terus kami hidupkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Setelah santunan kepada anak yatim, rangkaian acara dilanjutkan dengan khatmil Qur’an 30 juz yang diikuti oleh para peserta secara bersama-sama. Pembacaan Al-Qur’an berlangsung dengan penuh kekhusyukan, menciptakan suasana religius yang kental di lingkungan Masjid Agung Banten yang sejak lama menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sejarah Kesultanan Banten.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipanjatkan untuk almarhum Sultan Maulana Hasanuddin serta para leluhur Kesultanan Banten. Doa tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan rasa syukur atas warisan nilai keislaman dan budaya yang masih terjaga hingga kini.
Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh para pengurus BKKMHB, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Kebersamaan dalam berbuka puasa semakin mempererat silaturahmi di antara peserta yang hadir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pembina BKKMHB KH. Tubagus Ahmad Syadzili Wasi, Wakil Ketua Tb. Ofa Mushofa Al Abbas, Sekretaris Tb. Mahdi Syam, Kabid Maqbaroh Tb. Husnul Qirom Al Abbas, serta Kabid Keamanan Tb. M. Syafe’i Zen, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan jamaah.
Bagi masyarakat Banten, peringatan haul ini tidak hanya menjadi momen mengenang sejarah perjuangan Sultan Maulana Hasanuddin sebagai pendiri Kesultanan Banten, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan generasi masa kini dapat terus menjaga warisan spiritual dan budaya yang telah ditanamkan oleh para pendiri Banten, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat, ulama, dan lembaga adat dalam menjaga identitas dan sejarah daerah.[pamungkas]





